Sore ini saat nungguin ade-ade TPA di masjid deket kampus buat ngaji sore bareng, ane dapat sedikit pemikiran baru nih tentang karakter akhwat yang sebaiknya akhwat-akhwat jaman sekarang ketahui, pemikiran ini berawal dari ngobrol-ngobrolnya ane dengan seorang akhwat yang sudah lebih siap untuk membuka pintu walimah dibandingkan ane..beliau bilang, yang beliau utarakan adalah materi kajian abi pondoknya.
Banyak di antara para akhwat yang belum tau, termasuk ane juga kali ya...yang kadang-kadang ngobrolinnya udah tentang walimahan mulu, padahal nih ya..sama-sama udah tau kalo Jodoh kita tuh udah di siapin sama Allah, tinggal kita perbaikin diri terus aja..karena ikhwan baik buat akhwat yang baik dan sebaliknya, serta kalau udah jodoh yakin dah nggak akan salah alamat...!!!
Akhwat yang udah berusia 20-an (kepada dua) akan sangat riskan dengan penyakit "galau walimah". Seolah-olah sudah ingin menyegerakan walimahan, tapi ketika ditanya tentang kesiapan diri...jawabannya masih sangat jauh dari apa yang seharusnya..bzzz
Gini nih...akhwat yang menjelang pintu walimah, itu sebenernya wajib tau gimana karakternya...agar ketika sudah menyandang status sebagai seorang istri, dapat menjadi istri yang baiiiik bagi suaminya, kan amalan menuju surga tuh jadinya.. :)
Kalau boleh digolongkan, ada beberapa macam nih karakter akhwatnya...
1. Akhwat kedongdong : Buah kedondong itu sebenernya dari luar biasa aja...kayak buah-buahan lainnya, tapi sebenernya dalamnya itu serem, dengan biji keras dan berakar tajam *gk bisa di makan pula. Intinya akhwat kedondong tuh dari luar yah kayak akhwat-akhwat lainnya, kelihatan solikhah. Tapi ketika sudah walimahan nantinya, sangat besar peluang si akhwat untuk menampakkan apa yang sebenarnya ada dalam hatinya. Ada penyakit hati di sana. Ada rasa syirik, iri, dengki, suka menggunjing, kurang bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah dan apa yang telah diupayakan oleh suami. Jaman sekarang sangat banyak akhwat tipe ini. Waspada...jangan-jangan kita merupakan salah satunya, *jangan sampai...segera perbaiki diri sista.
2. Akhwat pisang : Pisang adalah buah yang gampang penyet, maka analogi untuk akhwat pisang adalah...akhwat yang akan sangat terpengaruh pada seperti apa ikhwan yang memilinya menjadi pendamping hidup serta sepeti apa lingkungan kehidupan yang akan melingkupi hari-hari rumah tangga mereka pasca walimah. Jika mendapatkan yang baik, akhwat pisang akan menjadi sosok istri yang sangat baik.
3. Akhwat Alpukat : Buah Alpukat, ketika diambil dari pohon tentu akan masih keras. Sebelum buah alpukat menjadi lunak dan sangat nikmat untuk di makan, buah alpukat harus menjalani suatu proses yakni didiamkan beberapa hari terlebih dahulu. Akhwat alpukat yang dimaksud disini ialah akhwat yang sebelum walimah, beliau masih belum sepenuhnya menjadi akhwat yang baik. Masih sangat banyak hal yang perlu diperbaiki untuk menjadi muslimah yang baik, dan ini akan dapat dilakukan dengan melibatkan peran suami yang secara sabar bersama-sama menjalani proses untuk memperbaiki diri sekaligus menjadi dan mensuplay faktor X yang membuat si akhwat termotivasi untuk menjadi lebih baik. Syarat yang berlaku di sini ialah ikhwan yang akan mengkhitbah akhwat alpukat seyogyanya adalah ikhwan yang sudah selesai dengan dirinya sendiri.
4. Akhwat Mangga : Buah mangga ketika sudah matang, meskipun ada di pohon, kita akan sangat ingin bersegera untuk memetiknya. Buah mangga, semakin ranum maka akan mengakibatkan semakin menggoda mata siapa pun yang melihatnya. Dan ketika sudah memakannya, maka kita akan dengan mudah terlena olehnya. Akhwat mangga adalah akhwat yang melenakan, melenakan karena kecantikannya..kepiawaiannya dalam berbicara, dan banyak hal lain yang mebuat ikhwan betah berlama-lama dengannya sehingga akan menurunkan kadar kualitas ibadah keduanya ketika sudah berada dalam biduk rumah tangga.
5. Akhwat Durian : Buah durian semerbak baunya, tapi berduri di luarnya..namun lembut-empuk buahnya. Akhwat durian adalah akhwat yang kebaikannya telah menyebar kemana-mana. Tapi si akhwat durian kokoh menjaga dirinya. Menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya, serta tegas dalam perkataanya. Tidak melenakan, dan lembut hatinya.
Kira-kira, seperti apa karakter kita sekarang? Bagian mana yang perlu diperbaiki, jangan-jangan sangat banyak yang perlu di rehab? Semuanya, tentang karakter kita...tanyakan pada hati kita yang terdalam, seperti apa kah kita sekarang...seperti apakah yang seharusnya, serta bagaimana agar kita yang sekarang dapat menjadi kita yang seharusnya tanpa menghilangkan apa yang kebanyakan orang sebut sebagai jati diri..?
